H ighNilai-yang-terkandung-dalam-sebuah-kawasan Conservation Value atau Nilai Konservasi Tinggi adalah nilai-nilai yang terkandung di dalam sebuah kawasan baik itu lingkungan maupun sosial, seperti habitat satwa liar, daerah perlindungan resapan air atau situs arkeologi (kebudayaan) dimana nilai-nilai tersebut diperhitungkan sebagai nilai yang sangat signifikan atau sangat penting secara lokal, regional atau global (Konsorsium Revisi HCV Toolkit Indonesia, 2008).

Sejarah Perkembangan Konsep HCV

Konsep High Conservation Value muncul pertama kali tahun 1999 dalam Prinsip dan Kriteria Standar Pengelolaan Hutan Berkelanjutan, yaitu pada Prinsip ke-9. Standar pengelolaan hutan yang dikembangakan oleh Forest Stewardship Council pada tahun 1999 diperuntukkan dan diterapkan pada perusahaan produksi kayu hutan. Kemudian untuk menerapkan konsep ini pada konsesi perkebunan sawit dibuatlah HCV Toolkit pada tahun 2003. Selanjutnya identifikasi dan pengelolaan HCV ini menjadi syarat sertifikasi RSPO yang dibuat pada tahun 2004, tercantum dalam Prinsip dan Kriteria RSPO 5.2 dan 7.3. Saat ini identifikasi HCV di Indonesia memakai HCV Toolkit yang direvisi oleh Konsorsium Revisi HCV Toolkit Indonesia.

© 2015 HCV | Network Indonesia.
Top
Follow us:                        

Facebook