P enerapan konsep NKT di Indonesia mulai dilakukan pertama kali pada sektor kehutanan dan saat ini konsep tersebut sudah diterapkan pada berbagai sektor. Penerapan yang luas ini perlu mendapatkan dukungan dari para pihak sehingga lebih bermanfaat dan berdampak positif terhadap pengelolaan kekayaan SDA di Indonesia. Disamping adanya kebutuhan untuk berbagi pengetahuan diantara para pendukung dan pengguna NKT, disadari pula bahwa masih adanya perbedaan interpretasi dalam identifikasi NKT. Sementara itu, jumlah para ahli dan praktisi NKT sangat terbatas dbandingkan dengan kebutuhan. Situasi ini menghasilkan variasi yang besar pada hasil penilaian diantara pihak yang melakukan identifikasi sehingga perlu mendapatkan perhatian bersama. Saat ini tidak ada entitas yang menjadi rujukan, tempat untuk meningkatkan dan berbagi pengetahuan maupun keahlian serta yang memandu peningkatan kualitas hasil penilaian NKT. Pemangku kepentingan NKT Indonesia bersepakat membentuk sebuah wadah perkumpulan untuk mendukung konsep NKT di Indonesia yang diberi nama PERHIMPUNAN PELESTARI NKT INDONESIA atau HCV Network Indonesia (Jaringan NKT Indonesia) pada tanggal 11 April 2011 di Bogor. HCV-NI ini adalah sebuah organisasi nirlaba yang berbasis keanggotaan dan berstatus hukum perkumpulan. Anggota HCV-NI terdiri dari para praktisi di bidang HCV, baik personal atau organisasi, yang menjadikan konsep HCV sebagai alat baru dan menjadi tumpuan harapan terhadap seluruh pengelolaan sumber daya alam. Saat ini tercatat 156 anggota yang terdiri dari 110 anggota individu dan 46 anggota organisasi. Para pemangku kepentingan dari perkumpulan ini bersepakat untuk merujuk dan mendukung HCV Resource Network (HCV-RN) sebagai bagian dari upaya koordinasi global dalam pengembangan dan pemanfaatan konsep-konsep NKT.
— Visi HCV-NI Indonesia

“Menjadi organisasi yang memastikan penerapan konsep nilai konservasi tinggi untuk
mewujudkan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan di Indonesia.”

Misi HCV-NI Indonesia

  • Meningkatkan kredibilitas, konsistensi dan kapasitas identifikasi, pengelolaan dan pemantauan NKT.
  • Meningkatkan dan mempromosikan kerjasama para pihak untuk memanfaatkan konsep NKT sebagai alat pendekatan dalam pengelolaan SDA berkelanjutan
  • Memfasilitasi penyelesaian perbedaan interpretasi konsep NKT antar para pihak
  • Bekerja bersama para pihak baik di dalam maupun di luar negeri untuk mewujudkan pengelolaan SDA yang berkelanjutan dengan mendorong kebijakan yang mendukung penyelamatan NKT

Tujuan

  1. Meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia dalam penerapan NKT untuk kontribusi pengelolaan SDA berkelanjutan.
  2. Terwujudnya pusat informasi yang terkait dengan NKT dan para pihak dalam rangka pengelolaan sumberdaya alam.
  3. Terjalin kerjasama nasional dan internasional dengan kalangan organisasi non pemerintah, lembaga akademik dan penelitian, lembaga pendidikan, dunia usaha, media masa dan lembaga pemerintah, organisasi masyarakat dan lembaga-lembaga lain yang relavan dengan visi dan misi jaringan NKT Indonesia
  4. Terwujudnya komunikasi yang konstruktif antara konsultan NKT, auditor sertifikasi, pemerintah, masyarakat dan pengusaha.
  5. Adanya rekomendasi untuk penyelesaian perbedaan interpretasi konsep NKT.
  6. Adanya kebijakan pengelolaan sumberdaya alam melalui pengakuan areal-areal NKT di tingkat nasional dan lokal.

Beberapa prioritas kegiatan yang akan dilakukan antara lain:

  1. Mengembangkan pusat data dan informasi (clearing house), standarisasi kualitas penilaian NKT, panduan pengelolaan dan pemantauan, revisi panduan toolkit, panduan penilaian skala lansekap, bentuk-bentuk apresiasi bagi para pihak yang
    berhasil dalam pengelolaan NKT dengan baik dan fasilitasi proses-proses pengelolaan NKT di luar unit pengelolaan.
  2. Bekerja sama dengan HCVRN untuk memperluas dukungan.
  3. Membangun dan menjembatani komunikasi antar para pihak yang relevan.
  4. Meningkatkan kapasitas dan kompetensi para pihak.

Our People

Top ↑ | View All People →